Kabupaten Kediri kembali menghadirkan pembaruan di sektor wisata sejarah. Museum Sri Aji Jayabaya yang berada di kawasan Desa Menang, Kecamatan Pagu, kini tampil dengan wajah baru setelah menjalani proses penataan ulang dan peningkatan fasilitas selama beberapa pekan terakhir.
Museum yang sebelumnya sempat ditutup sementara sejak awal Mei 2026 itu kembali dibuka untuk umum pada 19 Mei 2026. Perubahan tampilan museum langsung menarik perhatian pengunjung karena suasana di dalamnya kini terlihat lebih modern, nyaman, dan informatif.
Perombakan dilakukan pada berbagai bagian interior museum, mulai dari pencahayaan, warna plafon, tata ruang, hingga penambahan lampu display koleksi. Penataan tersebut bertujuan agar pengunjung lebih nyaman saat melihat benda-benda peninggalan sejarah Kediri.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menjelaskan bahwa pembenahan museum tidak hanya fokus pada tampilan visual, tetapi juga pengalaman edukasi bagi masyarakat. Museum diharapkan mampu menjadi ruang belajar sejarah yang menarik bagi generasi muda.
Selain melakukan pembaruan interior, pemerintah daerah juga mulai memperkuat pengelolaan museum secara menyeluruh. Bahkan, kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri kini dipindahkan ke kompleks Museum Sri Aji Jayabaya agar pengawasan dan pengembangan museum dapat berjalan lebih optimal.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, sebelumnya juga memberikan sejumlah masukan terkait operasional museum. Ia menyoroti pentingnya edukator museum yang interaktif agar pengunjung tidak hanya melihat koleksi benda bersejarah, tetapi juga memahami cerita di balik setiap artefak. Selain itu, penataan tulisan deskripsi koleksi dan perlindungan benda sejarah juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Museum Sri Aji Jayabaya sendiri menyimpan berbagai koleksi sejarah Kediri, mulai dari artefak peninggalan kerajaan, benda budaya, hingga koleksi arkeologi yang sebelumnya berada di Museum Bagawanta Bhari. Seluruh koleksi kini ditata lebih rapi dan mudah dipahami pengunjung.
Keberadaan museum ini juga mulai berkembang menjadi pusat kegiatan budaya. Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan museum digunakan untuk berbagai event kebudayaan seperti festival ogoh-ogoh dan pertunjukan seni daerah yang melibatkan ribuan warga.
Pemerintah Kabupaten Kediri bahkan telah menyiapkan anggaran miliaran rupiah untuk melanjutkan revitalisasi kawasan museum, termasuk pembangunan fasad baru dan penyempurnaan fasilitas pendukung lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat Museum Sri Aji Jayabaya sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Kediri.
Dengan tampilan yang semakin modern dan koleksi sejarah yang terus ditata, Museum Sri Aji Jayabaya kini bukan hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi juga ruang edukasi dan wisata budaya yang semakin menarik untuk dikunjungi masyarakat.










