Beranda / Berita & Peristiwa / Ponpes Al Falah Ploso Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Munas-Konbes NU 2026

Ponpes Al Falah Ploso Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Munas-Konbes NU 2026

Pondok Pesantren Al-Falah Ploso di Mojo, Kediri, resmi ditunjuk sebagai lokasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026. Kabar ini disampaikan langsung oleh pimpinan tertinggi Syuriah PBNU awal pekan ini.

Penetapan dilakukan oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar. Dalam surat instruksi yang terbit Selasa, 2 Juni 2026, beliau menyebut Ploso sebagai tuan rumah setelah berkoordinasi dengan Ketua Umum PBNU.

Tanggal pelaksanaan juga sudah ditegaskan. Dalam arahannya, Rais Aam menyatakan: “…saya memilih dan memutuskan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri sebagai lokasi penyelenggaraan Munas Alim Ulama dan Konbes NU pada tanggal 20-21 Juni 2026.” Penetapan ini disebut sebagai hak prerogatif pimpinan Syuriah, dengan pertimbangan kesiapan sarana dan nilai historis pesantren tersebut.

Kenapa Ploso?
Alasan utamanya bukan hanya fasilitas, tapi sejarah panjang. Pesantren ini berdiri sejak 1 Januari 1925, dirintis oleh KH Ahmad Djazuli Usman yang awalnya mengajar di serambi masjid dengan belasan santri, lalu berkembang cepat menjadi ratusan santri.

Lokasinya khas Kediri: berada di Desa Ploso, sekitar 15 km ke arah selatan dari pusat Kota Kediri, tepat di tepi Sungai Brantas yang mengalir sepanjang tahun.

Pesantren salaf yang dikenal luas
Hingga kini Al Falah mempertahankan corak salafiyah, fokus pada kitab kuning dan pembinaan akhlak, seperti kebanyakan pesantren tua di Kediri. Pesantren ini juga lama dikenal sebagai pusat kegiatan sima’an Al-Qur’an Mantab, yang rutin mempertemukan santri dan jamaah dari berbagai daerah.

Dengan sistem pengasuhan keluarga, pondok induk dan beberapa cabangnya di Ploso diasuh para dzurriyah KH Djazuli, dan terus menerima santri dari seluruh Nusantara hingga Malaysia.


Penunjukan ini otomatis membuat Kabupaten Kediri bersiap menyambut ribuan kiai, pengurus wilayah, dan tamu undangan pada 20-21 Juni mendatang. Agenda Munas-Konbes biasanya membahas masalah keagamaan strategis dan kebijakan organisasi, sehingga kehadiran ulama se-Indonesia akan memberi efek ekonomi dan perhatian media nasional ke Ploso.

Bagi warga Mojo, momen ini bukan sekadar acara besar. Ini pengakuan atas peran pesantren tua yang sejak 1925 tumbuh dari masjid kecil di pinggir Brantas menjadi salah satu titik penting NU di Jawa Timur.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kenthik.com

@kenthikcom

Ikuti Instagram Kenthik.com untuk update berita terbaru seputar Kediri dan sekitarnya.

Follow Instagram
error: