Persik Kediri pulang dari Padang dengan hasil manis, Macan Putih sukses mengalahkan Semen Padang FC dengan skor telak 3-0 di Stadion H. Agus Salim, Jumat, 8 Mei 2026. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Persik masih punya ambisi kuat untuk menutup musim dengan posisi sebaik mungkin. Bintang utama pertandingan ini adalah Jose Enrique Rodriguez. Penyerang Persik tersebut mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-3 dan menit ke-52. Satu gol lainnya disumbangkan Adrian Nicolas Luna Retamar pada menit ke-55.
Gol cepat Jose Enrique menjadi gol pembuka pertandingan pada sore hari ini, Persik bisa bermain lebih tenang dan mengontrol tempo pertandingan. Dari catatan resmi ILeague, Adrian Luna juga langsung aktif menciptakan peluang sejak awal laga, sebelum kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor pada babak kedua.
Semen Padang sebenarnya tidak sepenuhnya tanpa peluang. Beberapa momen serangan sempat lahir melalui Irsyad Maulana, Kianz Gonzalez Froese, Guillermo Fernandez, dan sejumlah pemain pengganti. Namun, efektivitas menjadi pembeda besar. Persik lebih tajam ketika masuk ke area berbahaya, sedangkan Kabau Sirah gagal mengubah peluang menjadi gol.
Secara statistik, Persik juga tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Data ILeague mencatat Persik memegang 63% penguasaan bola berbanding 37% milik Semen Padang. Menariknya, jumlah total tembakan kedua tim sama-sama 12. Namun, Persik jauh lebih efisien dalam penyelesaian akhir. Dari empat tembakan ke gawang, tiga berbuah gol. Inilah perbedaan paling nyata dalam laga ini.
Kemenangan ini membuat Persik Kediri semakin nyaman di papan tengah. Dalam klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, Persik berada di posisi ke-12 dengan 39 poin. Sementara itu, Semen Padang FC masih tertahan di peringkat ke-17 dengan 20 poin.
Bagi Semen Padang, kekalahan ini memperpanjang musim yang berat. Sebelum laga melawan Persik, Kabau Sirah sudah dipastikan terdegradasi ke kasta kedua musim depan karena perolehan poin mereka tidak lagi mampu mengejar batas aman zona degradasi. Meski begitu, pelatih Imran Nahumarury sempat menegaskan bahwa timnya tetap ingin bermain tanpa beban dan berjuang sampai akhir musim. Dari sisi rekor pertemuan terbaru, hasil ini juga memperpanjang catatan positif Persik atas Semen Padang. Dalam empat pertemuan terakhir yang tercatat di ILeague, Persik meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Kemenangan 3-0 atas Semen Padang bukan sekadar tambahan tiga poin bagi Persik. Hasil ini menunjukkan bahwa Macan Putih mampu menjaga fokus meski musim sudah memasuki fase akhir. Jose Enrique tampil sebagai pembeda, Adrian Luna memberi kontribusi besar, dan lini tengah Persik mampu mengendalikan permainan dengan rapi.
Sementara itu, Semen Padang masih harus menyelesaikan musim dengan kepala tegak. Meski nasib mereka sudah dipastikan turun kasta, laga-laga tersisa tetap penting untuk menjaga harga diri klub, memberi ruang evaluasi, dan menyiapkan fondasi agar bisa bangkit kembali pada musim berikutnya.













