Beranda / Kuliner & Wisata / Festival Kuno-Kini 2026 Kediri – Saat Nuansa Jadul dan Kreativitas Masa Kini Bertemu di SLG

Festival Kuno-Kini 2026 Kediri – Saat Nuansa Jadul dan Kreativitas Masa Kini Bertemu di SLG

festival kuno kini kediri

Kabupaten Kediri – Festival Kuno-Kini 2026 kembali menjadi salah satu agenda yang menyedot perhatian masyarakat Kediri Raya. Digelar di area Taman Hijau Simpang Lima Gumul atau SLG, Kabupaten Kediri, acara ini berlangsung mulai 14 hingga 24 Mei 2026 dan menghadirkan suasana yang berbeda dari festival pada umumnya.

Dari namanya saja sudah terasa unik. “Kuno-Kini” membawa konsep perpaduan antara suasana masa lalu dan gaya hidup masa kini. Pengunjung tidak hanya datang untuk jajan atau jalan-jalan, tetapi juga diajak menikmati kembali nuansa tradisional yang dikemas lebih segar, kreatif, dan dekat dengan generasi sekarang.

Begitu masuk kawasan festival, pengunjung langsung disambut suasana yang ramai. Ada stan kuliner, produk UMKM, kerajinan, kain khas daerah, pertunjukan seni, hingga dekorasi yang dibuat bernuansa jadul. Di sisi lain, penyajiannya tetap modern sehingga cocok untuk keluarga, anak muda, pemburu konten, sampai pecinta budaya lokal.

Festival Kuno-Kini 2026 juga menjadi bagian dari geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Kediri. RRI menyebut kegiatan ini menjadi ruang promosi bagi ratusan pelaku UMKM sekaligus wadah memperkenalkan produk budaya dan ekonomi kreatif daerah kepada masyarakat.

Menghidupkan Lagi Suasana Lama dengan Cara Baru

Salah satu daya tarik utama Festival Kuno-Kini Kediri adalah konsepnya yang tidak sekadar ramai-ramai. Festival ini mencoba menghadirkan pengalaman nostalgia, tetapi tetap relevan dengan kehidupan sekarang.

Pengunjung bisa menemukan suasana pasar rakyat, jajanan lokal, produk kerajinan, hingga sentuhan budaya yang mungkin jarang ditemui dalam aktivitas harian. Konsep seperti ini membuat festival terasa lebih dekat, karena yang ditampilkan bukan hanya hiburan panggung, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat Kediri sendiri.

Tema tahun ini juga semakin menarik karena tidak hanya mengangkat kuliner. Festival Kuno-Kini 2026 turut menampilkan wastra, kriya, dan sastra khas Kediri. Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menilai unsur sastra menjadi nilai penting karena Kediri memiliki kekayaan budaya yang layak dikenalkan lebih luas.

Dengan begitu, pengunjung yang datang tidak hanya pulang membawa makanan atau foto-foto, tetapi juga mendapat pengalaman tentang identitas budaya daerah.

Ratusan Stan UMKM Ramaikan Area Festival Kuno-Kini 2026

Festival Kuno-Kini 2026 juga menjadi panggung besar bagi pelaku usaha lokal. Tahun ini, antusiasme peserta terlihat tinggi. Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad menyebut jumlah stan terus meningkat dari 215 stan pada 2024, naik menjadi 245 stan pada 2025, dan pada 2026 dibatasi menjadi 348 stan dari sekitar 500 pendaftar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Festival Kuno-Kini bukan hanya acara hiburan, tetapi juga ruang yang cukup menjanjikan bagi UMKM. Banyak pelaku usaha memanfaatkan momentum ini untuk mengenalkan produk, memperluas pasar, dan bertemu langsung dengan calon pembeli.

Bagi pengunjung, banyaknya stan membuat suasana festival terasa hidup. Ada banyak pilihan kuliner, produk kreatif, kerajinan tangan, hingga barang-barang khas yang bisa dijadikan oleh-oleh. Suasana seperti ini juga membuat kawasan SLG semakin ramai, terutama pada sore hingga malam hari.

Fireworks Party Jadi Magnet Pembukaan

Pembukaan Festival Kuno-Kini 2026 juga dibuat meriah dengan pesta kembang api. Jatim Network melaporkan acara ini dibuka pada 14 Mei 2026 dan menghadirkan fireworks party sebagai salah satu daya tarik awal festival.

Tidak heran jika pembukaan festival langsung menarik perhatian warga. Langit SLG yang biasanya identik dengan megahnya monumen, malam itu semakin meriah dengan cahaya kembang api. Momen seperti ini tentu menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung, terutama keluarga dan anak muda yang ingin menikmati suasana malam di kawasan ikon Kabupaten Kediri.

Selain kembang api, festival ini juga diisi berbagai hiburan dan agenda budaya selama pelaksanaan acara. Kombinasi antara hiburan, kuliner, budaya, dan UMKM membuat Festival Kuno-Kini terasa seperti ruang kumpul besar bagi masyarakat Kediri.

Dampak Ekonomi Festival Kuno-Kini 2026 untuk Pelaku Lokal

Salah satu hal penting dari Festival Kuno-Kini 2026 adalah dampaknya terhadap ekonomi masyarakat. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, perputaran uang di sekitar kawasan festival ikut bergerak. Pelaku kuliner, pedagang kecil, penyedia jasa parkir, wahana permainan, hingga UMKM kreatif bisa ikut merasakan manfaatnya.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa juga menyampaikan bahwa festival semacam ini menjadi salah satu solusi untuk menumbuhkan semangat pelaku UMKM. Ia menilai kegiatan tersebut mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi usaha kecil dan menengah di Kabupaten Kediri.

Hal ini penting karena UMKM membutuhkan ruang bertemu langsung dengan pembeli. Tidak semua produk lokal bisa cepat dikenal hanya lewat media sosial. Dengan adanya festival, pelaku usaha bisa memperkenalkan produk secara langsung, menerima masukan dari pembeli, sekaligus membangun kepercayaan pasar.

Ruang Rekreasi Sekaligus Edukasi Budaya

Festival Kuno-Kini Kediri juga punya nilai edukasi. Anak-anak dan generasi muda bisa melihat bagaimana budaya lokal, kerajinan, sastra, dan produk tradisional tetap bisa tampil menarik ketika dikemas dengan cara yang kreatif.

Di tengah derasnya hiburan digital, festival seperti ini menjadi pengingat bahwa budaya lokal masih punya tempat. Bahkan, jika dikelola dengan baik, budaya bisa menjadi daya tarik wisata dan ekonomi kreatif yang kuat.

Kehadiran unsur sastra juga menjadi pembeda. Selama ini, festival rakyat sering lebih banyak menonjolkan kuliner dan hiburan. Padahal, Kediri memiliki sejarah panjang yang dekat dengan dunia sastra dan budaya. Maka, mengangkat sastra dalam festival modern bisa menjadi langkah menarik untuk memperkenalkan kembali kekayaan daerah kepada masyarakat luas.

SLG Jadi Titik Kumpul Warga dan Wisatawan

Pemilihan Taman Hijau Simpang Lima Gumul sebagai lokasi festival juga sangat tepat. SLG sudah lama menjadi salah satu ikon Kabupaten Kediri. Lokasinya mudah dikenali dan sering menjadi tujuan warga untuk jalan-jalan, berfoto, atau menikmati suasana sore.

Saat Festival Kuno-Kini berlangsung, kawasan ini berubah menjadi ruang publik yang lebih hidup. Pengunjung bisa menikmati suasana festival sambil melihat megahnya SLG sebagai latar. Bagi wisatawan luar daerah, acara ini bisa menjadi alasan tambahan untuk datang ke Kediri.

Festival semacam ini juga membantu memperkuat citra SLG bukan hanya sebagai ikon bangunan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan masyarakat. Ketika ruang publik diisi dengan acara yang positif, dampaknya bisa meluas: ekonomi bergerak, pelaku kreatif tampil, dan warga punya tempat rekreasi yang dekat.

Festival yang Makin Dinanti Setiap Tahun

Festival Kuno-Kini sudah berjalan selama tiga tahun terakhir dan setiap tahun hadir dengan konsep yang berbeda. Koran Memo melaporkan bahwa Pemkab Kediri mengapresiasi festival ini karena mampu menarik ribuan masyarakat dan terus menghadirkan konsep baru.

Konsistensi ini menjadi modal penting. Sebuah festival tidak cukup hanya ramai sekali, tetapi perlu terus berkembang agar masyarakat menunggu kehadirannya setiap tahun. Dengan tema yang kuat, lokasi yang strategis, dan keterlibatan banyak UMKM, Festival Kuno-Kini punya peluang menjadi agenda tahunan yang semakin besar.

Jika ke depan promosi, penataan pengunjung, akses parkir, kebersihan, dan kurasi produk semakin diperkuat, festival ini bisa menjadi salah satu event unggulan Kediri Raya. Bukan hanya untuk hiburan warga lokal, tetapi juga untuk menarik wisatawan dari luar daerah.

Festival Kuno-Kini 2026 Kediri bukan sekadar acara jalan-jalan biasa. Di dalamnya ada hiburan, kuliner, budaya, kreativitas, dan peluang ekonomi bagi pelaku lokal. Konsep perpaduan antara suasana kuno dan sentuhan masa kini membuat festival ini terasa unik dan mudah diterima banyak kalangan.

Bagi masyarakat Kediri, festival ini menjadi ruang untuk menikmati hiburan sekaligus bangga dengan potensi daerah sendiri. Bagi pelaku UMKM, acara ini menjadi kesempatan untuk tampil dan memperluas pasar. Sementara bagi wisatawan, Festival Kuno-Kini bisa menjadi alasan menarik untuk datang ke SLG dan merasakan langsung suasana Kediri yang hangat, kreatif, dan penuh warna.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kenthik.com

@kenthikcom

Ikuti Instagram Kenthik.com untuk update berita terbaru seputar Kediri dan sekitarnya.

Follow Instagram
error: