Persik Kediri berhasil memetik kemenangan penting saat menghadapi Arema FC dalam laga bertajuk Derby Jawa Timur. Bertanding di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu, 3 Mei 2026, Macan Putih sukses menutup pertandingan dengan skor 3-2.
Kemenangan ini tidak datang dengan mudah. Persik sempat tampil dominan dan unggul jauh lebih dulu, tetapi Arema tidak menyerah begitu saja. Singo Edan memberi perlawanan sengit, terutama pada babak kedua, hingga membuat pertandingan berjalan menegangkan sampai peluit panjang dibunyikan.
Sejak awal laga, Persik terlihat lebih siap mengambil inisiatif permainan. Mereka bermain agresif, berani menekan, dan tidak memberi banyak ruang bagi Arema untuk mengembangkan serangan. Pendekatan itu langsung membuahkan hasil ketika Ernesto Gomez membawa Persik unggul lebih dulu.
Gol cepat tersebut membuat kepercayaan diri pemain Persik meningkat. Mereka tidak hanya bertahan setelah unggul, tetapi tetap mencoba mencari celah untuk menambah gol. Arema, di sisi lain, terlihat kesulitan keluar dari tekanan. Beberapa kali lini belakang mereka dipaksa bekerja keras menghadapi serangan cepat Persik.
Persik kemudian memperbesar keunggulan melalui Telmo Castanheira. Gol ini membuat posisi Arema semakin sulit. Tertinggal dua gol dalam laga derby tentu bukan situasi ideal, apalagi Persik sedang bermain dengan tempo yang cukup nyaman. Macan Putih mampu menjaga aliran bola dengan baik dan memanfaatkan momentum yang mereka miliki.
Belum selesai sampai di situ, Ernesto Gomez kembali menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Arema. Pemain asing Persik tersebut mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini dan membawa timnya unggul 3-0. Sampai titik itu, Persik seperti sudah berada di atas angin.
Namun, sepak bola selalu punya ruang untuk drama. Arema yang tertinggal tiga gol tidak langsung menyerah. Pada babak kedua, mereka mulai tampil lebih berani. Tekanan demi tekanan dibangun, terutama dari sisi serangan yang mencoba memanfaatkan kelengahan pertahanan Persik.
Usaha Arema akhirnya membuahkan hasil melalui Dalberto. Gol tersebut membuat pertandingan kembali hidup. Meski masih tertinggal, Arema mulai menemukan ritme permainan. Para pemain Singo Edan tampak lebih percaya diri setelah berhasil memperkecil kedudukan.
Persik pun mulai berada dalam tekanan. Mereka yang sebelumnya cukup leluasa mengatur permainan harus lebih banyak bertahan. Arema terus mencoba menekan, sementara Persik berusaha menjaga keunggulan yang sudah mereka bangun sejak awal laga.
Ketegangan semakin terasa ketika Walisson Maia mencetak gol kedua untuk Arema pada masa tambahan waktu. Skor berubah menjadi 3-2, dan pertandingan mendadak menjadi sangat terbuka. Persik yang sempat unggul tiga gol harus bekerja keras memastikan kemenangan tidak lepas dari tangan mereka.
Beruntung bagi Macan Putih, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Arema untuk mencetak gol penyama kedudukan. Hingga wasit meniup peluit akhir, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan Persik Kediri.
Hasil ini menjadi kemenangan yang sangat berharga bagi Persik. Bukan hanya karena mereka berhasil mengalahkan rival sesama Jawa Timur, tetapi juga karena tambahan tiga poin ini penting untuk memperbaiki posisi di klasemen. Di fase akhir musim, setiap poin punya arti besar, terutama bagi tim yang masih berusaha menjauh dari tekanan papan bawah.
Bagi Persik, kemenangan ini juga menunjukkan bahwa mereka masih punya mental bersaing. Memang ada catatan yang perlu diperbaiki, terutama soal konsentrasi pada menit-menit akhir. Keunggulan tiga gol yang nyaris terkejar tentu menjadi bahan evaluasi serius. Namun, di sisi lain, kemampuan mereka menjaga kemenangan dalam situasi penuh tekanan juga patut diapresiasi.
Ernesto Gomez layak menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini. Dua gol yang ia cetak memberi pengaruh besar terhadap jalannya laga. Ia tidak hanya tajam di depan gawang, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang dengan tenang. Kontribusinya menjadi salah satu alasan Persik bisa mengamankan kemenangan.
Sementara itu, Arema harus pulang dengan rasa kecewa. Mereka memang menunjukkan semangat juang yang bagus, khususnya pada babak kedua. Namun, start yang lambat dan rapuhnya pertahanan di awal pertandingan membuat mereka harus membayar mahal. Kebangkitan di akhir laga terasa terlambat karena Persik sudah lebih dulu menciptakan jarak yang cukup lebar.
Meski kalah, Arema tetap menunjukkan bahwa mereka punya daya juang. Dua gol balasan menjadi bukti bahwa Singo Edan tidak mudah menyerah. Hanya saja, dalam pertandingan sebesar derby, kesalahan kecil bisa berakibat besar. Arema harus menjadikan laga ini sebagai pelajaran, terutama dalam menjaga fokus sejak menit pertama.
Derby Jawa Timur kali ini menyajikan pertandingan yang menarik: penuh gol, tensi tinggi, dan drama hingga akhir. Persik keluar sebagai pemenang, sementara Arema harus menerima kenyataan pahit setelah hampir saja melakukan comeback.
Bagi pendukung Persik, kemenangan ini tentu terasa manis. Macan Putih bukan hanya membawa pulang tiga poin, tetapi juga membuktikan bahwa mereka masih bisa tampil tajam dan kompetitif di tengah tekanan. Jika konsistensi seperti ini bisa dijaga, Persik punya peluang menutup musim dengan lebih tenang dan penuh percaya diri.













