Kota Kediri – Pemerintah Kota Kediri meluncurkan program Ronda Digital, sebuah sistem pengawasan lingkungan berbasis CCTV terintegrasi yang dipadukan dengan semangat siskamling dan gotong royong warga. Program ini diluncurkan di Halaman Kantor Kecamatan Kota pada Senin, 20 April 2026. Peluncuran tersebut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Qowimuddin, Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, serta Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim.
Ronda Digital tidak dimaksudkan untuk menggantikan ronda konvensional yang selama ini sudah berjalan di kampung-kampung. Sebaliknya, program ini menjadi pelengkap agar pengawasan lingkungan bisa dilakukan lebih cepat, luas, dan responsif. Jika sebelumnya ronda identik dengan warga berkeliling kampung pada malam hari, kini pemantauan dapat diperkuat melalui kamera pengawas yang terhubung di tingkat kelurahan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Menurutnya, keberhasilan program ini tetap bergantung pada keterlibatan warga, RT/RW, kelurahan, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan kata lain, Ronda Digital bukan sekadar pemasangan kamera, tetapi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman.
Di wilayah Kecamatan Kota, tercatat ada 1.580 unit CCTV yang menjadi bagian dari sistem ini. Dari jumlah tersebut, 938 unit dalam kondisi baik, sementara 642 unit lainnya rusak dan membutuhkan perawatan. Pemeliharaan perangkat dilakukan secara mandiri oleh kelurahan, LPMK, RT, dan RW. Saat ini, aktivasi CCTV telah menjangkau 17 kelurahan.
Melalui sistem tersebut, warga yang diberi akses dapat ikut melakukan pengawasan lingkungan. RT berperan dalam monitoring, sementara koordinasi keamanan tetap dilakukan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Bahkan, Kecamatan Kota juga mulai mengembangkan ronda berbasis drone setiap malam Minggu dengan menggandeng komunitas drone setempat.
Program ini menjadi penting karena Kota Kediri terus bergerak sebagai wilayah perkotaan yang dinamis. Aktivitas warga yang semakin padat membutuhkan sistem keamanan yang tidak hanya mengandalkan patroli manual, tetapi juga dukungan teknologi. Dengan CCTV terintegrasi, potensi gangguan keamanan diharapkan dapat terdeteksi lebih awal sehingga respons aparat maupun warga bisa lebih cepat.
Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto mengapresiasi kolaborasi antara Pemkot Kediri, TNI, Polri, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa teknologi memang membantu pengawasan, tetapi kehadiran aparat di tengah masyarakat tetap tidak boleh ditinggalkan. Pesan ini menjadi pengingat bahwa sistem digital harus tetap berjalan berdampingan dengan pendekatan humanis dan komunikasi langsung dengan warga.
Dukungan juga datang dari jajaran Polres Kediri Kota. Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyatakan bahwa Ronda Digital menjadi langkah maju dalam membangun sistem keamanan yang modern, responsif, dan terintegrasi. Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas tetap akan dioptimalkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Sebelum peluncuran resmi Ronda Digital, penguatan CCTV di 17 kelurahan Kecamatan Kota juga telah mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Kediri. Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menyebut keberadaan CCTV dapat melengkapi sistem ronda dan siskamling yang selama ini sudah menjadi bagian dari budaya keamanan warga.
Dengan hadirnya Ronda Digital, Kota Kediri mencoba menggabungkan dua kekuatan sekaligus: budaya gotong royong warga dan pemanfaatan teknologi keamanan. Tantangan berikutnya bukan hanya memperluas jaringan kamera, tetapi juga memastikan perangkat yang rusak segera diperbaiki, akses pemantauan digunakan secara bertanggung jawab, serta koordinasi warga dan aparat terus berjalan.
Jika dikelola konsisten, Ronda Digital berpotensi menjadi model keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Bukan hanya membuat warga merasa lebih aman, tetapi juga mendorong kepedulian bersama bahwa keamanan kota dimulai dari lingkungan terdekat.













