Kota Kediri – Pergerakan harga kebutuhan masyarakat di Kota Kediri mulai melandai setelah momentum Lebaran 2026. Pada April 2026, Indeks Harga Konsumen atau IHK Kota Kediri tercatat mengalami deflasi bulanan sebesar 0,12 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya penurunan harga sejumlah komoditas setelah permintaan masyarakat kembali normal pasca-Ramadan dan Idulfitri.
Data Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Kediri menunjukkan, inflasi tahunan Kota Kediri pada April 2026 berada di angka 2,55 persen dengan IHK sebesar 110,28. Angka tersebut lebih rendah dibanding Maret 2026, ketika inflasi tahunan Kota Kediri tercatat 4,03 persen dengan IHK 110,41.
Secara bulanan, deflasi Kota Kediri pada April 2026 juga lebih rendah dibanding kondisi Jawa Timur dan nasional. Pemerintah Kota Kediri mencatat, pada periode yang sama Jawa Timur masih mengalami inflasi 0,02 persen, sedangkan nasional mengalami inflasi 0,13 persen. Artinya, harga konsumen di Kota Kediri bergerak lebih landai dibanding rata-rata provinsi maupun nasional.
Penurunan harga terutama terjadi pada sejumlah bahan pangan yang sempat mengalami kenaikan saat Ramadan dan Lebaran. Komoditas yang menjadi penyumbang deflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, daging sapi, dan pisang. Selain bahan pangan, emas perhiasan juga ikut menyumbang deflasi karena harganya menurun sepanjang April 2026.
Daging ayam ras menjadi salah satu komoditas penting dalam penurunan harga tersebut. Setelah masa konsumsi tinggi saat Lebaran berlalu, permintaan pasar kembali bergerak normal. Hal serupa terjadi pada telur ayam ras dan daging sapi yang sebelumnya banyak diburu masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga maupun hidangan hari raya.
Meski begitu, tidak semua harga mengalami penurunan. Sejumlah komoditas masih menahan laju deflasi karena mengalami kenaikan harga. Beberapa di antaranya adalah angkutan udara, nasi dengan lauk, minyak goreng, bakso siap santap, gado-gado, tomat, sawi hijau, jus buah siap saji, beras, pecel, bensin, jeruk, dan alpukat.
Kenaikan tarif angkutan udara menjadi salah satu catatan penting. Pemkot Kediri menyebut, kenaikan ini berkaitan dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan avtur. Pada April 2026, harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tercatat mengalami kenaikan cukup besar. Dampaknya, biaya transportasi udara ikut bergerak naik.
Di sisi lain, tarif angkutan antarkota dan kereta api justru kembali turun setelah sebelumnya terdorong oleh tingginya mobilitas masyarakat pada masa mudik dan balik Lebaran. Penurunan tarif transportasi darat ini turut membantu menekan harga konsumen di Kota Kediri.
Kondisi deflasi April 2026 dapat dibaca sebagai normalisasi harga setelah periode konsumsi tinggi. Selama Ramadan dan Idulfitri, permintaan bahan pokok biasanya meningkat. Setelah momen tersebut selesai, permintaan pasar cenderung kembali stabil sehingga harga beberapa komoditas ikut turun.
Namun, pemerintah tetap meminta masyarakat tidak lengah. BPS Kota Kediri mengingatkan bahwa pada Mei 2026 masih ada beberapa faktor yang perlu diwaspadai, mulai dari ketersediaan beras, telur ayam ras, daging ayam ras, pengaruh cuaca, hingga potensi kenaikan permintaan karena banyaknya libur panjang.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Kota Kediri juga terus melakukan pemantauan harga harian, pengecekan pasokan, dan koordinasi lintas pihak. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali, terutama pada komoditas pangan yang mudah bergejolak.
Masyarakat juga diimbau tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Selama pasokan terjaga dan distribusi berjalan lancar, tekanan harga di Kota Kediri diharapkan tetap terkendali dalam beberapa bulan ke depan.
Secara umum, deflasi 0,12 persen pada April 2026 menjadi sinyal bahwa harga kebutuhan di Kota Kediri mulai mereda setelah Lebaran. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena harga pangan, energi, dan transportasi masih berpotensi bergerak mengikuti kondisi pasokan, cuaca, serta dinamika harga global.













