Kota Kediri – Calon jemaah haji asal Kota Kediri dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 20 Mei 2026 melalui Bandara Juanda Surabaya. Menjelang keberangkatan tersebut, Pemerintah Kota Kediri memastikan sejumlah persiapan teknis telah dimatangkan agar perjalanan jemaah berlangsung tertib, aman, dan lancar. Berdasarkan data terbaru saat pelepasan, jumlah jemaah calon haji Kota Kediri yang akan diberangkatkan tercatat sebanyak 281 orang.
Persiapan keberangkatan tidak hanya berfokus pada jadwal penerbangan, tetapi juga menyangkut kebutuhan jemaah sejak dari Kota Kediri menuju embarkasi. Pemkot Kediri telah menyiapkan tujuh bus untuk mengangkut para jemaah. Selain armada transportasi, fasilitas pendukung seperti pengangkutan koper dan pengawalan perjalanan juga ikut disiapkan melalui koordinasi antara Pemkot Kediri dan instansi terkait.
Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim, menyampaikan bahwa keberangkatan haji perlu dipersiapkan dengan cermat. Menurutnya, seluruh jemaah harus memahami setiap tahapan perjalanan agar tidak terjadi kebingungan saat memasuki rangkaian keberangkatan. Ia juga mengingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan kekompakan antarjemaah.
Pesan tersebut menjadi penting karena perjalanan haji bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi juga aktivitas panjang yang menuntut stamina kuat. Jemaah diminta menjaga pola makan, cukup istirahat, mematuhi arahan petugas, serta saling membantu selama berada dalam rombongan. Dengan kebersamaan tersebut, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan fokus.
Dari sisi pendampingan, Pemkot Kediri juga menyiapkan lima petugas untuk membantu sekaligus memantau kondisi jemaah selama musim haji. Petugas tersebut terdiri atas tenaga kesehatan, termasuk dua dokter dan satu perawat, serta petugas pendamping lain. Kehadiran petugas ini diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila ada jemaah yang membutuhkan bantuan selama perjalanan maupun saat berada di Tanah Suci.
Sebelumnya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati juga telah menekankan pentingnya kesiapan kesehatan bagi calon jemaah. Dalam kegiatan pembinaan kesehatan pada 27 April 2026, ia meminta jemaah lebih disiplin menjaga kondisi tubuh, menjaga pola makan, dan terus berkoordinasi dengan petugas haji. Pemerintah Kota Kediri mencatat ada 158 jemaah yang masuk kategori risiko kesehatan, baik ringan, sedang, maupun berat, dengan dominasi penyakit hipertensi.
Karena itu, pembinaan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama menjelang keberangkatan. Jemaah yang memiliki penyakit penyerta diminta tetap rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga medis. Selain itu, calon jemaah juga diingatkan untuk segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gejala apa pun, meskipun terasa ringan. Langkah ini dinilai penting agar gangguan kesehatan dapat ditangani sejak dini.
Selain kesiapan kesehatan, kelengkapan vaksinasi juga menjadi bagian penting sebelum masuk embarkasi. Wali Kota Kediri mengingatkan agar vaksinasi wajib dipastikan lengkap paling lambat 10 hari sebelum jemaah masuk embarkasi. Jemaah juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, terutama menjelang keberangkatan ketika arus informasi biasanya semakin padat.
Di sisi teknis, calon jemaah haji Kota Kediri disebut tergabung dalam Kloter 115. Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kediri sebelumnya juga telah memberikan pembekalan kepada Ketua Regu dan Ketua Rombongan agar pendampingan jemaah lebih tertata. Pembekalan tersebut difokuskan pada penguatan tugas, komunikasi, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi selama mendampingi jemaah.
Rangkaian persiapan ini menunjukkan bahwa keberangkatan haji Kota Kediri dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Mulai dari pembinaan kesehatan, kesiapan petugas, pengaturan transportasi, hingga pengawalan koper, seluruhnya diarahkan untuk memberi rasa aman kepada jemaah dan keluarga yang mengantar.
Gus Qowim juga menitipkan harapan agar para jemaah mendoakan Kota Kediri selama berada di Tanah Suci. Doa tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar Kota Kediri senantiasa diberi keamanan, kedamaian, kesejahteraan, dan keberkahan. Ia juga berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat hingga kembali ke Tanah Air, serta memperoleh predikat haji yang mabrur.
Dengan jadwal keberangkatan yang semakin dekat, para calon jemaah haji Kota Kediri kini memasuki masa persiapan akhir. Kedisiplinan menjaga kesehatan, ketertiban mengikuti arahan petugas, serta kekompakan dalam rombongan menjadi kunci agar perjalanan ibadah pada musim haji 2026 dapat berjalan lancar sejak berangkat hingga pulang kembali ke Kota Kediri.











