Kota Kediri – Warga Kota Kediri, khususnya yang biasa melintas di kawasan Jalan Kawi, Kelurahan Mojoroto, perlu menyesuaikan perjalanan dalam beberapa pekan ke depan. Ruas jalan tersebut ditutup sementara mulai Selasa, 5 Mei 2026, karena adanya pekerjaan crossing saluran yang berkaitan dengan proyek akses Tol Bandara Dhoho Kediri.
Penutupan ini dijadwalkan berlangsung hingga 26 Mei 2026. Meski begitu, jadwal tersebut masih bisa berubah menyesuaikan kondisi pekerjaan di lapangan. Apabila pengerjaan selesai lebih cepat, tidak menutup kemungkinan arus lalu lintas di kawasan tersebut dapat kembali dibuka sebelum tanggal yang telah ditentukan.
Bagi sebagian warga, Jalan Kawi bukan sekadar ruas jalan biasa. Jalur ini kerap digunakan sebagai penghubung menuju sejumlah kawasan penting di Kota Kediri, terutama wilayah Mojoroto, Jalan Veteran, Penanggungan, hingga akses menuju pusat kota. Karena itu, penutupan sementara ini diperkirakan cukup terasa, terutama pada jam-jam padat seperti pagi hari saat warga berangkat kerja dan sekolah, serta sore hari ketika arus kendaraan mulai meningkat.
Dinas Perhubungan Kota Kediri telah menyiapkan rekayasa lalu lintas agar kendaraan tidak menumpuk di sekitar lokasi pekerjaan. Pengendara yang biasanya melewati Jalan Kawi diminta memperhatikan rambu-rambu pengalihan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pekerjaan crossing saluran di Jalan Kawi ini menjadi bagian dari penataan infrastruktur pendukung akses Tol Bandara Dhoho Kediri. Saluran tersebut diperlukan untuk memastikan sistem drainase berjalan dengan baik, terutama saat hujan deras. Dengan adanya pekerjaan ini, diharapkan aliran air di kawasan sekitar dapat lebih tertata dan risiko genangan maupun banjir bisa ditekan.
Meski terlihat sebagai pekerjaan teknis, pembangunan saluran semacam ini memiliki peran penting dalam proyek infrastruktur besar. Jalan baru, akses tol, maupun jalur penghubung tidak hanya membutuhkan badan jalan yang kuat, tetapi juga sistem saluran air yang memadai. Tanpa drainase yang baik, kawasan sekitar jalan bisa lebih mudah tergenang dan berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Penutupan jalan memang sering kali menimbulkan ketidaknyamanan. Waktu tempuh bisa bertambah, rute menjadi lebih jauh, dan sebagian pengendara perlu menyesuaikan kebiasaan perjalanan. Namun, kondisi tersebut menjadi bagian dari proses pembangunan yang sulit dihindari. Apalagi proyek akses Tol Bandara Dhoho dan Tol Kediri–Tulungagung merupakan salah satu infrastruktur penting yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah Kediri dan sekitarnya.
Dalam jangka panjang, keberadaan akses tol tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempermudah akses menuju Bandara Dhoho Kediri. Namun sebelum manfaat besar itu dirasakan, masyarakat perlu melewati masa pengerjaan yang tidak jarang menimbulkan penyesuaian di berbagai titik.
Karena itu, kerja sama antara pemerintah, pelaksana proyek, petugas lalu lintas, dan masyarakat menjadi sangat penting. Pemerintah perlu memastikan informasi penutupan tersampaikan dengan jelas. Petugas juga perlu ditempatkan di titik-titik rawan kepadatan, terutama pada simpang jalan yang menerima limpahan kendaraan dari Jalan Kawi.
Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan lebih sabar dan tertib selama masa penutupan berlangsung. Pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri menerobos area pekerjaan karena selain membahayakan diri sendiri, hal itu juga dapat mengganggu proses pengerjaan. Mengikuti jalur alternatif menjadi pilihan paling aman, meskipun mungkin membutuhkan waktu tempuh sedikit lebih lama.
Warga yang setiap hari beraktivitas di sekitar Mojoroto disarankan berangkat lebih awal dari biasanya. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko terlambat, terutama bagi pelajar, pekerja, pedagang, maupun warga yang memiliki keperluan mendesak ke pusat kota. Pengendara juga bisa memantau informasi terbaru melalui kanal resmi pemerintah atau memperhatikan rambu yang dipasang di sekitar lokasi.
Bagi pengendara roda dua, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan. Jalur alternatif terkadang melewati ruas yang lebih sempit atau ramai aktivitas warga. Mengurangi kecepatan dan tidak saling mendahului secara sembarangan dapat membantu menjaga keselamatan bersama. Sementara bagi kendaraan besar atau angkutan barang, memilih rute yang sesuai menjadi hal penting agar tidak menimbulkan hambatan baru di jalan yang kapasitasnya terbatas.
Penutupan sementara Jalan Kawi menjadi pengingat bahwa pembangunan kota selalu memiliki proses. Ada tahap yang membuat aktivitas warga sedikit terganggu, tetapi ada pula tujuan besar yang ingin dicapai. Selama proses tersebut berjalan dengan pengaturan yang baik dan masyarakat ikut mematuhi arahan, dampak penutupan jalan dapat dikurangi.
Untuk saat ini, warga Kota Kediri diimbau menyesuaikan rute perjalanan, memperhatikan rambu pengalihan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan sikap tertib dan saling memahami, pekerjaan infrastruktur di kawasan Jalan Kawi dapat berjalan lebih lancar, sementara aktivitas masyarakat tetap bisa berlangsung dengan aman.













